Asupan Gizi Untuk Ibu Hamil

 ibu sanggup menikmati kehamilan dengan menyenangkan Asupan Gizi Untuk Ibu Hamil
Dengan asupan gizi yang tepat, ibu sanggup menikmati kehamilan dengan menyenangkan.

Sesungguhnya, kebutuhan nutrisi bagi ibu pada masa kehamilan tak jauh berbeda dengan kebutuhan wanita remaja pada umumnya. Hanya saja memang membutuhkan embel-embel alasannya adanya perubahan pada badan ibu. Tambahan nutrisi tersebut akan meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Mengapa? Pada awal kehamilan, janin masih berupa segumpal daging, jadi kebutuhan kalorinya belum banyak. Bila ibu mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak malah bisa menyebabkan obesitas. Berbeda pada trimester 2 dan 3, ketika janin sudah bertambah besar dan organ-organ tubuhnya pun semakin lengkap, tentu kebutuhan kalorinya juga meningkat.

Tambahan kalori pada trimester 1 sekitar 50-100 Kal per hari. Selanjutnya, masuk trimester 2 dan 3, masing-masing tambahannya mencapai 150 Kal per hari. Tambahan kalori tersebut kalau dikonversikan dalam dosis rumah tangga tidaklah banyak. Sederhananya embel-embel 50 Kal sanggup dipenuhi dengan mengkonsumsi 75-100 gram buah-buahan. Contoh, 1 buah apel seberat 85 gram mengandung 50 Kal. Masuk trimester 2 dan 3, embel-embel kalori sanggup dipenuhi dengan mengkonsumsi 1 gelas susu yang mengandung 150 Kal atau 1 buah roti isi daging mengandung 350 Kal. Untuk susu, ibu hamil sanggup mengkonsumsi susu khusus kehamilan yang kandungan gizinya telah diubahsuaikan dengan kebutuhan.

 

 

Gizi Seimbang

 

 ibu sanggup menikmati kehamilan dengan menyenangkan Asupan Gizi Untuk Ibu Hamil
Kebutuhan nutrisi yang mengalami peningkatan selama hamil sanggup dipenuhi melalui 3 kali makan utama (pagi, siang dan malam) serta 3 kali makan selingan. Ibu juga hendaknya mencermati keragaman sumber materi makanan yang dikonsumsi semoga mendapat gizi yang tepat dan seimbang. Berikut kebutuhan gizi dan nutrisi sepanjang kehamilan :
  1. Karbohidrat. Merupakan sumber energi yang utama. Fungsinya sebagai sumber tenaga dan energi. Kebutuhan energi bagi ibu hamil ialah 50-150 kalori lebih banyak dari masa sebelum hamil. Energi ini dibutuhkan untuk memenuhi metabolisme badan yang meningkat. Bahan makanan yang merupakan sumber karbohidrat antara lain : kentang, roti, mi, talas, ubi, serelia (padi-padian) dan produk olahannya, kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran.
  2. Protein. Protein berkhasiat untuk pengembangan sel-sel gres dalam pertumbuhan janin serta membentuk antibodi yang sanggup melawan infeksi. Kebutuhan protein ibu hamil sekitar 75 gram per hari. Protein sanggup diperoleh dari materi makanan nabati maupun hewani menyerupai : ikan, daging, telur dan susu.
  3. Lemak. Lemak berfungsi sebagai cadangan energi bagi badan ibu, selain juga pelarut vitamin A, D, E, K. Asam lemak omega 3  dan 6 juga dibutuhkan untuk pengembangan sistem saraf, fungsi penglihatan dan pertumbuhan otak janin, serta sebagai alas bagi organ-organ tertentu, menyerupai biji mata dan ginjal. Konsumsi lemak yang disarankan pada masa kehamilan tidak lebih dari 25% dalam porsi makanan sehari-hari. Bahan makanan sumber lemak, antara lain : minyak zaitun, minyak jagung, minyak bunga matahari, mentega, susu, telur, santan, dan avokad.
  4. Vitamin dan Mineral. Vitamin dan mineral dibutuhkan untuk perkembangan saraf dan otak janin, selain juga untuk meningkatkan daya tahan ibu. Kebutuhan akan vitamin dan mineral sanggup diperoleh melalui aneka buah-buahan dan sayuran. Disarankan mengkonsumsi buah dan sayuran kaya warna. Semakin banyak warna, semakin tercukupi kebutuhan akan vitamin dan mineral.
    Tak hanya itu, buah dan sayur juga mengandung serat. Banyak mengkonsumsi buah dan sayur yang kaya serat menawarkan dampak kenyang lebih usang dan menghindari sembelit.

 

 

Ketika Kecukupan Gizi Tidak Terpenuhi

 

 ibu sanggup menikmati kehamilan dengan menyenangkan Asupan Gizi Untuk Ibu Hamil
Penting diingat, setiap suap yang masuk ke dalam ekspresi ibu hamil sangat memilih sehat tidaknya bayi yang dilahirkan kelak. Penelitian yang dilakukan di sekolah kesehatan masyarakat Harvard memperlihatkan bagaimana status kesehatan bayi pada dikala lahir berafiliasi akrab dengan teladan makan ibu selama kehamilan.

Pada ibu hamil yang dietnya tergolong baik, 95% bayi mereka dilahirkan dengan kesehatan yang tergolong baik pula. Di lain pihak, hanya 8% dari ibu yang dietnya tergolong jelek (sebagian mengkonsumsi jajanan tidak bergizi) mempunyai bayi dengan kesehatan tergolong baik, dan 65% dari mereka mempunyai bayi yang meninggal sebelum lahir, prematur, fungsi badan belum tepat atau mempunyai cacat lahir. Juga ibu yang tidak memenuhi kebutuhan gizinya selama hamil sangat berisiko menghadapi komplikasi pada dikala melahirkan, semisal perdarahan.

Penelitian yang dipublikasikan jurnal Clinical Endocrinology & Metabolism menyatakan, asupan yodium yang cukup selama kehamilan besar lengan berkuasa pada perkembangan otak janin. Penelitian tersebut membuktikan, kekurangan yodium berdampak besar pada perkembangan jalur auditori dan cara kerja memori indera pendengaran janin. Kelak, ini sanggup besar lengan berkuasa pada kemampuan anak dalam membaca dan mengeja huruf. Penelitian ini dilakukan pada 228 anak yang orang tuanya memeriksakan diri ke klinik antenatal The Royal Hobart Hospital’s selama 1999-2001.

Bukan Cuma itu. Pada simposium bertema “Early Life Nutrition” September 2012, telah disampaikan bahwa, nutrisi pada masa kehamilan sanggup menghipnotis kesehatan janin kelak, dari kemandulan, kerusakan struktur janin, hingga penyakit tidak menular berbahaya jangka panjang, menyerupai penyakit jantung dan diabetes melitus.

Itulah mengapa, penting bagi ibu mencermati makanan yang dikonsumsi sepanjang kehamilannya, apalagi ibulah satu-satunya sumber nutrisi bagi janin. Dengan mengkonsumsi makanan bergizi lengkap, bermacam-macam dan seimbang, kelak ibu akan melahirkan bayi yang sehat dan berkualitas.


Jika anda membutuhkan warta lebih lanjut mengenai seputar persoalan kehamilan, silahkan kunjungi situs berikut ini ... PANDUAN LENGKAP UNTUK IBU HAMIL.

Komentar